- Details
Syukur atas kemurahan Tuhan pada 25 Oktober 2025, beberapa orang mahasiswa dan beberapa orang staf STT Tabernakel Indonesia Surabaya menghadiri undangan dari KKR Youth di GKI ELYON PAKUWON CITY, SURABAYA. KKR ini dihadiri oleh banyak pemuda surabaya dan berlangsung dalam suasana pujian, penyembahan, penyampaian firman yang memberkati, games dan ramah tamah.

Melalui kehadiran mahasiswa dan staf STTIA dalam Ibadah KKR youth ini dapat menjadi kesempatan untuk belajar, berelasi dengan pemuda yang kuliah sekuler, dan melihat pelayanan pemuda di gereja lokal. Melalui ibadah yang kreatif dan khotbah yang menguatkan, peserta diajak memperbarui komitmen mereka kepada Tuhan. Menjadi anak muda yang peduli terhadap sesama bukan cuek dengan lingkungan. Anak muda yang bisa menjadi terang ditengah lingkungan anak muda yang membully sesama.
STT Tabernakel Indonesia mengucapkan terima kasih kepada GKI ELYON PAKUWON CITY, SURABAYA atas undangan dan sambutan yang baik. Kiranya hubungan pelayanan ini terus terjalin dan memberi dampak bagi generasi muda.

- Details
Keterlibatan STTIA (STT Tabernakel Indonesia) dalam Ibadah Persekutuan Doa Pagi yang diselenggarakan oleh BAMAG Surabaya pada 7 Oktober 2025 menjadi momen berharga dalam membangun kebersamaan tubuh Kristus sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kampus. Ibadah yang berlangsung dalam suasana khusus ini menghadirkan hamba-hamba Tuhan dan jemaat dari beragam gereja di Surabaya.
Dalam kesempatan tersebut, STTIA turut ambil bagian dalam pelayanan ibadah melalui tim Backing Vocal (BV) dan Worship Leader (WL) yang memimpin jemaat memasuki hadirat Tuhan melalui pujian dan penyembahan. Pelayanan pujian yang dibawakan membantu menciptakan atmosfer doa yang hangat, mendukung jemaat untuk bersekutu dan mencari Tuhan dengan hati yang terbuka.
Dokumentasi Ibadah Doa Pagi BAMAG Surabaya sedang berlangsung
Firman Tuhan dalam ibadah ini disampaikan oleh salah satu dosen STTIA yaitu Pdt. Ir. Dr. Jusak Pundiono Wonoadi, M.Th. yang membawakan renungan dari Mazmur 141. Melalui firman tersebut, jemaat diingatkan tentang pentingnya doa sebagai wujud ketergantungan kepada Tuhan, penjagaan hati dan perkataan, serta kerinduan hidup yang berkenan di hadapan-Nya. Pesan firman menolong jemaat untuk semakin menempatkan doa sebagai nafas kehidupan rohani di tengah kesibukan pelayanan dan aktivitas sehari-hari.
Selain keterlibatan dalam ibadah, STTIA juga diberikan kesempatan untuk mempresentasikan profil kampus kepada para peserta. Dalam sesi ini, disampaikan visi, misi, serta program pembinaan yang menjadi fokus STTIA dalam mempersiapkan generasi pelayan Tuhan yang berkarakter dan kompeten. Dukungan promosi juga dilakukan melalui penyediaan meja booth yang menampilkan informasi kampus, sehingga para peserta dapat mengenal lebih dekat STTIA serta membuka ruang komunikasi bagi mereka yang rindu melanjutkan pendidikan teologi.
Dokumentasi Stand dan Promosi STTIA
Melalui keterlibatan ini, STTIA tidak hanya berpartisipasi dalam pelayanan ibadah, tetapi juga memperkuat sinergi dengan gereja-gereja dan lembaga Kristen di Surabaya. Diharapkan, momen kebersamaan ini menjadi sarana kesaksian, memperluas relasi pelayanan, serta mendorong semakin banyak generasi muda untuk merespons panggilan Tuhan melalui pendidikan teologi.
- Details
“Relasi yang dibangun dalam panggilan Tuhan akan melahirkan kolaborasi pelayanan yang berdampak.”
Puji Tuhan, pada tanggal 2 Oktober 2025 Kampus STTIA (STT Tabernakel Indonesia) menerima kunjungan rombongan mahasiswa SALEM (Sekolah Alkitab Lempinel). Kunjungan ini menjadi momen yang penuh sukacita sekaligus sarana membangun relasi dan kerja sama antar lembaga pendidikan teologi dalam mempersiapkan calon pelayan Tuhan yang berkualitas.
Dokumentasi kegiatan Kunjungan SALEM GPT di STTIA
Kegiatan diawali dengan penyambutan hangat dari pihak STTIA, dilanjutkan dengan sesi perkenalan kampus yang memaparkan tentang kampus, visi dan misi, serta komitmen STTIA dalam membentuk mahasiswa yang memiliki kedewasaan rohani, kecakapan akademik, dan kesiapan pelayanan. Para peserta juga diperkenalkan pada berbagai program studi, kegiatan pembinaan rohani, serta dinamika kehidupan komunitas kampus yang menekankan keseimbangan antara pembelajaran dan praktik pelayanan.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi sharing dan tanya jawab, di mana mahasiswa SALEM memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat pengalaman studi dan kehidupan pelayanan mahasiswa STTIA.
Dokumentasi Foto Bersama Pimpinan, staf STTIA dan SALEM GPT
Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara SALEM dan STTIA, serta menjadi wadah saling mendorong dalam proses pembentukan generasi hamba Tuhan yang setia, berkarakter, dan siap melayani di tengah gereja maupun masyarakat.
- Details
Puji syukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya, Kolokium Program Studi Magister Teologi STT Tabernakel Indonesia untuk Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 telah terlaksana dengan baik pada 22–23 September 2025.
Kegiatan kolokium ini merupakan tahapan penting dalam proses akademik mahasiswa, yang berfungsi sebagai langkah awal menuju penyusunan tesis. Melalui kegiatan ini, setiap peserta mempresentasikan serta mempertanggungjawabkan rancangan penelitian teologis di hadapan tim penguji sebagai bentuk evaluasi akademik dan penguatan metodologis.
Lebih dari sekadar kegiatan akademik, kolokium ini mencerminkan integrasi antara panggilan rohani dan tanggung jawab ilmiah dalam pendidikan teologi. Diharapkan melalui proses ini, STT Tabernakel Indonesia terus menjadi wadah pembentukan pelayan Tuhan yang setia, tangguh, dan berkontribusi nyata bagi gereja dan masyarakat.
Segala kemuliaan dikembalikan kepada Tuhan, Sumber segala hikmat dan kebenaran.
- Details
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia (STTIA) telah berkesempatan menyelenggarakan seminar akademik bertajuk “Christian Seminar in The Age of Smart Technology” pada tanggal 13 September 2025 bertempat di Gereja GPT Kristus Ajaib Surabaya, Jalan Johor 47.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi utama. Sesi pertama dibawakan oleh Ketua STT Tabernakel Indonesia, Dr. Abigail Soesana, M.A., M.Th., M.Si., dengan topik “AI in the Perspective of Religion and Ethics”. Dalam sesi ini, pembicara menguraikan bagaimana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) perlu ditinjau dari sudut pandang etika teologis dan moralitas Kristen, khususnya dalam menentukan batas tanggung jawab manusia terhadap penggunaan teknologi.
Sesi kedua disampaikan oleh Bapak Ang Wie Hay, M.Sc., M.Div., seorang teolog dari Singapura, dengan tema “Creative Ministry in the Age of Generative AI”. Materi ini menyoroti bagaimana pelayan Kristiani dapat mengembangkan pelayanan yang inovatif dan kontekstual melalui pemanfaatan teknologi enerative, tanpa kehilangan esensi spiritualitas dan nilai-nilai Injil.
Perkembangan Smart Technology di era digital dewasa ini memberikan dampak yang signifikan terhadap berbagai dimensi kehidupan manusia, termasuk dalam bidang pendidikan teologi dan pelayanan pastoral. Kehadiran kecerdasan buatan dan media digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, belajar, bekerja, serta beribadah. Oleh sebab itu, gereja dan komunitas Kristen perlu memiliki kesadaran kritis terhadap potensi krisis nilai, etika, dan spiritualitas yang dapat timbul akibat penggunaan teknologi secara tidak bijaksana.
Seminar ini diselenggarakan sebagai wadah refleksi dan diskusi ilmiah bagi mahasiswa teologi, dosen, serta para pelayan Tuhan untuk menelaah secara komprehensif dampak positif dan paradigma kecerdasan buatan terhadap kehidupan rohani umat percaya. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan kajian akademik mengenai pengaruh Smart Technology terhadap spiritualitas, etika, serta relasi abadi umat Kristen, sekaligus mendorong munculnya paradigma pelayanan gerejawi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berakar pada kebenaran firman Tuhan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta memperoleh wawasan yang luas dan kritis dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk pelayanan yang relevan, efektif, dan beretika. Teknologi, apabila digunakan dengan bijaksana, dapat menjadi sarana strategis dalam memperluas misi penyebaran Injil di tengah dunia digital.
Quotes:
“Gunakanlah teknologi dengan kecerdasan, namun tetap andalkan sepenuhnya karya Roh Kudus.”
Tinggi Iman – Tinggi Ilmu – Tinggi Pengabdian
- Details
Pada tanggal 24 Agustus 2025, Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia (STTIA) melaksanakan Ibadah Dies Natalis yang ke-18. Perayaan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan STTIA sebagai lembaga pendidikan tinggi teologi yang terus berkomitmen mencetak hamba-hamba Tuhan yang berintegritas dan berlandaskan firman
Adapun tema yang diangkat, yaitu “Berkah Kesatuan dalam Ketaatan” yang bersumber dari Mazmur 133, memberikan penekanan bahwa kesatuan yang dilandasi oleh ketaatan kepada Allah akan mendatangkan berkat yang nyata. serupa pemazmur menuliskan bahwa ketika umat Allah hidup rukun, maka hadirlah kesegaran, kegembiraan, serta kehidupan yang dipicu oleh Tuhan. Dengan demikian, kesatuan dalam ketaatan bukan hanya menjadi semboyan, tetapi sebuah prinsip rohani yang mengarahkan perjalanan STTIA di masa kini dan masa yang akan datang.

Dokumentasi Praise and Worship Dies Natalis STTIA ke-18 sedang berlangsung
Rangkaian acara Dies Natalis ini juga diwarnai dengan beberapa agenda penting. Pertama, serah terima kepemimpinan kepada Ketua Baru STTIA periode 2025–2029. Prosesi estafet kepemimpinan ini menandai keinginan visi dan misi lembaga, sekaligus menunjukkan pentingnya regenerasi dalam dunia pendidikan teologi.
Kedua, dilakukan penahbisan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2025/2026, yang menandai awal dari sebuah perjalanan iman, akademik, dan pelayanan bagi para mahasiswa baru. Penahbisan ini menjadi tanda komitmen bahwa mereka tidak hanya menempuh pendidikan, tetapi juga dipersiapkan untuk menjadi pelayan Tuhan yang setia. Ketiga, acara ini juga dirangkaikan dengan pembukaan Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026, yang menegaskan awal proses pembelajaran formal dengan semangat baru, baik bagi siswa maupun seluruh tenaga pendidik.

Dokumentasi Foto Bersama
Melalui momentum Dies Natalis ke-18 ini, besar harapan agar STTIA semakin teguh dalam panggilannya, serta terus bertumbuh sebagai lembaga yang melahirkan generasi hamba Tuhan yang berilmu, berkarakter Kristus, dan berdampak bagi gereja serta masyarakat. Semoga tema yang diangkat, “Berkah Kesatuan dalam Ketaatan,” benar-benar menjadi nilai yang hidup di tengah seluruh sivitas akademika, sehingga kesatuan dalam ketaatan dapat menghadirkan berkat bagi banyak orang dan memuliakan nama Tuhan.
- Details
Pada tanggal 18 Agustus 2025, Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia (STTIA) menyelenggarakan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Peringatan ini mengusung tema nasional “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” yang merefleksikan semangat persatuan, kedaulatan bangsa, kesejahteraan rakyat, serta cita-cita kemajuan Indonesia di masa depan.
Kegiatan diawali dengan upacara bendera yang diikuti oleh pimpinan, staf, serta mahasiswa. Upacara ini menjadi bentuk ucapan syukur kepada Tuhan serta penghormatan kepada para pahlawan bangsa yang telah berjuang demi kemerdekaan, sekaligus mengingatkan civitas akademika STTIA akan tanggung jawab moral dalam mengisi kemerdekaan dengan kontribusi nyata di bidang pendidikan, khususnya pendidikan teologi dan pendidikan.
Setelah rangkaian upacara, kegiatan dilanjutkan dengan perayaan agustusan yang sarat nilai kebersamaan. Berbagai perlombaan digelar, di antaranya estafet kelereng, estafet tali rafia, estafet cangkir plastik, permainan suap pisang dengan mata tertutup, ludo king, tenis meja, estafet tepung, serta beberapa game lainnya. Games ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana untuk mempererat relasi antar-mahasiswa, staf, dan pimpinan, menumbuhkan semangat sportivitas, kerja sama tim, serta daya juang yang selaras dengan nilai-nilai perjuangan kemerdekaan.
Melalui aktivitas kebersamaan yang terstruktur, peserta bukan hanya memperoleh kegembiraan, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai karakter seperti disiplin, solidaritas, kreativitas, dan kepemimpinan. Hal ini sejalan dengan misi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan (knowledge), tetapi juga pada pembentukan kepribadian dan pengembangan kompetensi sosial mahasiswa.
Dengan demikian, peringatan kemerdekaan RI ke-80 di STTIA bukan hanya menjadi momentum historis untuk mengenang jasa pahlawan, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran kolektif yang meneguhkan komitmen civitas akademika dalam berkontribusi bagi gereja, masyarakat, dan bangsa Indonesia.
- Details
Pada tanggal 21–22 Juli 2025, Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia (STTIA) melaksanakan kegiatan Wawancara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang sudah mendaftar sejak dibukanya pendaftaran PMB. Melalui proses wawancara, pihak kampus berkesempatan mengenal lebih jauh motivasi, komitmen, serta panggilan pelayanan dari setiap calon mahasiswa.
STTIA percaya bahwa pendidikan teologi bukan hanya persoalan akademik, tetapi juga bagian dari panggilan hidup untuk melayani Tuhan dan sesama. Karena itu, wawancara ini menjadi langkah penting dalam menolong calon mahasiswa meneguhkan panggilan mereka sebelum memulai studi di STTIA.
Kiranya melalui PMB ini, Tuhan terus menambahkan generasi baru yang siap dibentuk menjadi hamba-hamba Tuhan yang berintegritas, berkualitas, dan berdampak bagi pelayanan gereja serta masyarakat.