Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia (STTIA) telah berkesempatan menyelenggarakan seminar akademik bertajuk “Christian Seminar in The Age of Smart Technology” pada tanggal 13 September 2025 bertempat di Gereja GPT Kristus Ajaib Surabaya, Jalan Johor 47.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi utama. Sesi pertama dibawakan oleh Ketua STT Tabernakel Indonesia, Dr. Abigail Soesana, M.A., M.Th., M.Si., dengan topik “AI in the Perspective of Religion and Ethics”. Dalam sesi ini, pembicara menguraikan bagaimana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) perlu ditinjau dari sudut pandang etika teologis dan moralitas Kristen, khususnya dalam menentukan batas tanggung jawab manusia terhadap penggunaan teknologi.
Sesi kedua disampaikan oleh Bapak Ang Wie Hay, M.Sc., M.Div., seorang teolog dari Singapura, dengan tema “Creative Ministry in the Age of Generative AI”. Materi ini menyoroti bagaimana pelayan Kristiani dapat mengembangkan pelayanan yang inovatif dan kontekstual melalui pemanfaatan teknologi enerative, tanpa kehilangan esensi spiritualitas dan nilai-nilai Injil.
Perkembangan Smart Technology di era digital dewasa ini memberikan dampak yang signifikan terhadap berbagai dimensi kehidupan manusia, termasuk dalam bidang pendidikan teologi dan pelayanan pastoral. Kehadiran kecerdasan buatan dan media digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, belajar, bekerja, serta beribadah. Oleh sebab itu, gereja dan komunitas Kristen perlu memiliki kesadaran kritis terhadap potensi krisis nilai, etika, dan spiritualitas yang dapat timbul akibat penggunaan teknologi secara tidak bijaksana.
Seminar ini diselenggarakan sebagai wadah refleksi dan diskusi ilmiah bagi mahasiswa teologi, dosen, serta para pelayan Tuhan untuk menelaah secara komprehensif dampak positif dan paradigma kecerdasan buatan terhadap kehidupan rohani umat percaya. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan kajian akademik mengenai pengaruh Smart Technology terhadap spiritualitas, etika, serta relasi abadi umat Kristen, sekaligus mendorong munculnya paradigma pelayanan gerejawi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berakar pada kebenaran firman Tuhan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta memperoleh wawasan yang luas dan kritis dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk pelayanan yang relevan, efektif, dan beretika. Teknologi, apabila digunakan dengan bijaksana, dapat menjadi sarana strategis dalam memperluas misi penyebaran Injil di tengah dunia digital.
Quotes:
“Gunakanlah teknologi dengan kecerdasan, namun tetap andalkan sepenuhnya karya Roh Kudus.”
Tinggi Iman – Tinggi Ilmu – Tinggi Pengabdian