Keterlibatan STTIA (STT Tabernakel Indonesia) dalam Ibadah Persekutuan Doa Pagi yang diselenggarakan oleh BAMAG Surabaya pada 7 Oktober 2025 menjadi momen berharga dalam membangun kebersamaan tubuh Kristus sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kampus. Ibadah yang berlangsung dalam suasana khusus ini menghadirkan hamba-hamba Tuhan dan jemaat dari beragam gereja di Surabaya.
Dalam kesempatan tersebut, STTIA turut ambil bagian dalam pelayanan ibadah melalui tim Backing Vocal (BV) dan Worship Leader (WL) yang memimpin jemaat memasuki hadirat Tuhan melalui pujian dan penyembahan. Pelayanan pujian yang dibawakan membantu menciptakan atmosfer doa yang hangat, mendukung jemaat untuk bersekutu dan mencari Tuhan dengan hati yang terbuka.
Dokumentasi Ibadah Doa Pagi BAMAG Surabaya sedang berlangsung
Firman Tuhan dalam ibadah ini disampaikan oleh salah satu dosen STTIA yaitu Pdt. Ir. Dr. Jusak Pundiono Wonoadi, M.Th. yang membawakan renungan dari Mazmur 141. Melalui firman tersebut, jemaat diingatkan tentang pentingnya doa sebagai wujud ketergantungan kepada Tuhan, penjagaan hati dan perkataan, serta kerinduan hidup yang berkenan di hadapan-Nya. Pesan firman menolong jemaat untuk semakin menempatkan doa sebagai nafas kehidupan rohani di tengah kesibukan pelayanan dan aktivitas sehari-hari.
Selain keterlibatan dalam ibadah, STTIA juga diberikan kesempatan untuk mempresentasikan profil kampus kepada para peserta. Dalam sesi ini, disampaikan visi, misi, serta program pembinaan yang menjadi fokus STTIA dalam mempersiapkan generasi pelayan Tuhan yang berkarakter dan kompeten. Dukungan promosi juga dilakukan melalui penyediaan meja booth yang menampilkan informasi kampus, sehingga para peserta dapat mengenal lebih dekat STTIA serta membuka ruang komunikasi bagi mereka yang rindu melanjutkan pendidikan teologi.
Dokumentasi Stand dan Promosi STTIA
Melalui keterlibatan ini, STTIA tidak hanya berpartisipasi dalam pelayanan ibadah, tetapi juga memperkuat sinergi dengan gereja-gereja dan lembaga Kristen di Surabaya. Diharapkan, momen kebersamaan ini menjadi sarana kesaksian, memperluas relasi pelayanan, serta mendorong semakin banyak generasi muda untuk merespons panggilan Tuhan melalui pendidikan teologi.