Pada tanggal 24 Agustus 2025, Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia (STTIA) melaksanakan Ibadah Dies Natalis yang ke-18. Perayaan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan STTIA sebagai lembaga pendidikan tinggi teologi yang terus berkomitmen mencetak hamba-hamba Tuhan yang berintegritas dan berlandaskan firman
Adapun tema yang diangkat, yaitu “Berkah Kesatuan dalam Ketaatan” yang bersumber dari Mazmur 133, memberikan penekanan bahwa kesatuan yang dilandasi oleh ketaatan kepada Allah akan mendatangkan berkat yang nyata. serupa pemazmur menuliskan bahwa ketika umat Allah hidup rukun, maka hadirlah kesegaran, kegembiraan, serta kehidupan yang dipicu oleh Tuhan. Dengan demikian, kesatuan dalam ketaatan bukan hanya menjadi semboyan, tetapi sebuah prinsip rohani yang mengarahkan perjalanan STTIA di masa kini dan masa yang akan datang.

Dokumentasi Praise and Worship Dies Natalis STTIA ke-18 sedang berlangsung
Rangkaian acara Dies Natalis ini juga diwarnai dengan beberapa agenda penting. Pertama, serah terima kepemimpinan kepada Ketua Baru STTIA periode 2025–2029. Prosesi estafet kepemimpinan ini menandai keinginan visi dan misi lembaga, sekaligus menunjukkan pentingnya regenerasi dalam dunia pendidikan teologi.
Kedua, dilakukan penahbisan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2025/2026, yang menandai awal dari sebuah perjalanan iman, akademik, dan pelayanan bagi para mahasiswa baru. Penahbisan ini menjadi tanda komitmen bahwa mereka tidak hanya menempuh pendidikan, tetapi juga dipersiapkan untuk menjadi pelayan Tuhan yang setia. Ketiga, acara ini juga dirangkaikan dengan pembukaan Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026, yang menegaskan awal proses pembelajaran formal dengan semangat baru, baik bagi siswa maupun seluruh tenaga pendidik.

Dokumentasi Foto Bersama
Melalui momentum Dies Natalis ke-18 ini, besar harapan agar STTIA semakin teguh dalam panggilannya, serta terus bertumbuh sebagai lembaga yang melahirkan generasi hamba Tuhan yang berilmu, berkarakter Kristus, dan berdampak bagi gereja serta masyarakat. Semoga tema yang diangkat, “Berkah Kesatuan dalam Ketaatan,” benar-benar menjadi nilai yang hidup di tengah seluruh sivitas akademika, sehingga kesatuan dalam ketaatan dapat menghadirkan berkat bagi banyak orang dan memuliakan nama Tuhan.