“Ibadah Paskah bukan hanya mengenang kebangkitan Kristus, tetapi merayakan hidup yang dibarui, iman yang diteguhkan, dan semangat pelayanan yang dinyalakan kembali.”
Pada hari Jumat, 9 Mei 2025, Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia (STTIA) berpartisipasi dalam Ibadah Paskah Sekolah Tinggi Teologi (STT) Se-Jaringan Surabaya yang dilaksanakan di Gedung STT Amadeus. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana yang penuh sukacita dan kehangatan, mempertemukan mahasiswa dari berbagai STT di wilayah Surabaya dalam semangat persekutuan serta perayaan kebangkitan Kristus.
Tema yang diangkat dalam ibadah ini adalah “Wellspring of the Soul” atau “Mata Air Jiwa”. Firman Tuhan disampaikan oleh Ibu Viktoria Woen, M.Th., yang mengangkat perikop dari Yohanes 4, khususnya ayat 14: “Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya, air yang akan Kuberikan kepadanya akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” Ayat ini menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya sumber air hidup yang sanggup memuaskan dahaga terdalam dalam jiwa manusia, serta memberikan pengampunan, pengharapan, dan pembaruan hidup bagi mereka yang lelah dalam perjalanan iman.
Dalam ibadah ini, STTIA mengambil bagian secara aktif dalam berbagai bidang pelayanan, baik dalam kepanitiaan maupun liturgi. Beberapa mahasiswa terlibat sebagai Ketua BEM STT-Jaringan, anggota tim acara, usher, dan kolektan. Selain itu, tim pujian STTIA mempersembahkan lagu berjudul “Alasan Ku Hidup”, sebuah pujian yang menyatakan bahwa Yesus adalah alasan utama dan kekuatan sejati dalam menjalani kehidupan. Lagu ini menjadi kesaksian iman yang sederhana namun sarat makna, yang menguatkan jemaat bahwa hidup yang dipersembahkan kepada Tuhan tidak akan pernah sia-sia.
Setelah ibadah, acara dilanjutkan dengan sesi games dan ramah tamah antar mahasiswa - lintas kampus. Kegiatan ini menciptakan suasana keakraban dan mempererat relasi antar STT, serta menjadi wadah untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membangun jaringan yang sehat dalam konteks pelayanan teologi.
Perayaan Paskah ini tidak hanya menjadi peringatan akan kebangkitan Kristus, tetapi juga menjadi momentum pembaruan iman, semangat, dan panggilan hidup sebagai orang percaya. Segala kemuliaan dikembalikan hanya bagi Tuhan Yesus Kristus.